Sabtu, 14 Desember 2013

The cause of the use of Indonesian .



First, according to the education system in Indonesia, all subjects except foreign languages must be taught in Indonesian . In fact, there is no strong evidence states that math and science are taught in English and quickly became smart. Actually if mathematics, physics, chemistry, and biology are taught in English, there is a difficulty of understanding the meaning of English.


Second, the application of language legislation should be realized as a strong legal basis for the implementation of the government’s language. In the design of the linguistic legislation , functions of Indonesian, local language and foreign language have been set in proportion. The draft was not to antagonize foreign language, as people often echoad far.


Indonesian role in the younger generation. Language is the key to unlock the treasures of knowledge. With language, we can master the science and technology. Although Indonesian has been acting as a tool of unity, but have not been able too play the role of science. It requires us to translate all the books in the world of science into Indonesian. With the scientific information in Indonesian, surely there will be advances in science that means improving that Indonesian as a language of science. Language is used as a tool to uncover ideas and thoughts. It explained that language is a communication tool as well to understand the content of the communication itself. Interperson communication, including scientists communication  against natural phenomena and cultural phenomenon.




We know that language as a tool of human lingual communication, both verbally and in writing. It is a basic function of language that not associated with status and social values. Once associated with everyday life, in which there is always a value and status, language can not be abandoned. It always folloes the everyday lives, both as a human member of the nation. Because of condition and importance of that language, then it was given a ‘label’ explicitly by user in the form of a particular position and function.

Kamis, 13 Juni 2013

Yippieeee jadi deh nonton fashion show di Landmark, Braga! ^0^









                                            Ela with me @ Mode Reizen, so happy  to spent our weekdays together


"Asyik jd deh nonton fashion show!" thx a lot Ela udh mau nemenin ke Tubagus Ismail trus lanjut deh ke Landmark, Braga. ^0~

Sabtu, 08 Juni 2013

THE JOURNEY OF FASHION (PERSEMBAHAN PRODI PENDIDIKAN TATA BUSANA UPI TAHUN ANGKATAN 2009)



Alhamdulillah , puji syukur kehadirat Illahi Robbi bahwa pagelaran busana ini dapat terealisasi sebagai pendukung pelaksanaan fashion show yang pada kesempatan ini diselenggarakan oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana Angkatan 2009 yang berjumlah 48 orang:
1.  Asri Andarini N
2.  Anke Resti
3.  Nike Sandial
4.  Aida Fitria
5.  Ikeu Suryatin
6.  Ulfah Halimatus S
7.  Rahipah Riskalia
8.  Anggun Meutia Wafi
9.  Irma Mardiah
10.Neng Yeli Ervinawati
11. Lina
12. Vivit Fitriyani N
13. Rani Puspa Sari
14. Liliek Apriani K
15. Melisa Chandra Surya
16. Vini Noviani
17. Esa Assifa Nuraini
18. Citra Ayu W
19. Tina Septiyani N
20. Weni Dwi Irawan
21. Nita Novianti
22. Yosi E. M. Pakpahan
23. Listya Siti Sarah
24. Ema Wijayanti
25. Febrin Nazifah
26. Cintya Iftinan
27. Ane Uswatun Hasanah
28. Marla Regina Mawarni
29. Nurul Chairiah I
30. Dinar Rahayu
31. Kartini A. Situmeang
32. Latifah
33. Rismayanti Premitasari
34. Widyastari Pratiwi
35. Norma Rahmi Maryam
36. Paulus D. Simamora
37. Prima Diana Putri
38. Demia Nuraliah
39. Gina Trisnawati
40. Mustika Salsabila
41. Prilia Nistiadi
42. Sadiah Romlah
43. Suci Pujianti
44. Tia Windari
45. Yanti Suryani
46. Indah Sari Purba
47. Fenny HAndayani
48. Netty

Pagelaran busana ini memperlihatkan tampilan-tampilan desain busana yang dirancang mahasiswa yang dirancang mahasiswa yang bersangkutan, yang telah mereka produksi dalam bentuk busananya sebelum kita lihat dalam bentuk pagelarannya. Terselenggaranya pagelaran busana (fashion show) ini merupakan tugas kelas dari mata kuliah Event Organizer Tata Busana, dengan tujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendapat pengalaman dalam merencanakan dan penyelenggaraan fashion show sebagai bekal lulusan untuk dapat berkiprah sebagai pendidik ataupun sebagai wirausahawan bidang fashion. Pagelaran ini digelar pada hari Jumat, 07-06-2013 pukul 16.00-23.30 bertempat di Landmark Convention Hall, Bandung

                                                    my favourite suit


                                                     the mascot of MODE RAIZEN made using sewing tools :)












Pagelaran busana ini bertemakan "Mode Raizen" yang berarti perjalanan mode busana, yang dalam hal ini perjalanan mode yang dirancang dan diproduksi mahasiswa selama mengikuti beberapa mata kuliah. Yang ditampilkan adalah hasil tugas perkuliahan Busana Pesta, Adi Busana, Busana Kreasi, Busana Pengantin, & Produksi busana dalam Seminar Busana. Busana yang ditampilkan semuanya berjumlah 124 busana. Fashion show yang diselenggarakan mahasiswa angkatan 2009 menampilkan juga karya desainer tamu yaitu Harry Ibrahim dan Susan Zhuang. Acara ini juga dimeriahkan oleh Bina Seni Vokal, Dancer, dan Two Triple O.